Meski Gratis, Rapid Test di Cilegon Sepi Peminat

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Bertambahnya kasus pasien yang terkonfirmasi positif Virus Corona (Covid-19) di Kota Cilegon tidak juga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut menjalani rapid test....

Salah satunya dalam rapid test massal gratis yang diadakan Pemkot Cilegon yang sudah dibuka sejak pukul 08.00 WIB di Pasar Kranggot, Kecamatan Jombang.

Meskipun tidak dipungut biaya, hingga pukul 10.30 WIB, baru sekitar 30 persen pedagang dan masyarakat yang berkunjung ke Pasar Kranggot yang ikut menjalani rapid test.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon, Bayu Panatagama, tak menampik minimnya minat pedagang dan masyarakat untuk ikut rapid test gratis yang tersebar di 20 titik di seluruh pasar.

“Mungkin mereka menganggap rapid test ini momok yang cukup bahaya ketika dinyatakan terkonfirmasi Covid-19. Padahal ketika seseorang di rapid test dan dinyatakan terkonfirmasi, rekomendasinya adalah istirahat selama 14 hari,” kata Bayu saat ditemui di Pasar Kranggot, Rabu (10/6/2020).

Dengan sedikitnya minat pedagang dan masyarakat yang mengikuti rapid test, Bayu khawatir jika pasar menjadi tempat penyebaran virus di Kota Cilegon.

“Nah contoh, jika mereka yang di rapid test ini ketahuan ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan mereka berkeliaran akan berbahaya juga. Kalau demikian, pasar akan menjadi epidemi dan episentrum yang luar biasa karena akan berdampak penutupan pasar,” ujar Bayu.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Dana Sujaksani mengatakan, rapid test yang digelar di Pasar Kranggot ini dari bantuan dari Provinsi Banten untuk masyarakat di Kota Cilegon yang diberikan secara gratis.

“Yang jelas, semua rapid test yang ada di Cilegon saat ini masih diberikan oleh bantuan Provinsi Banten,” katanya.

Jika masyarakat di Kota Cilegon untuk mengikuti rapid test banyak peminat, kata Dana, Pemkot Cilegon akan kembali menggelar hal serupa.

“Untuk rapid test hari ini disediakan oleh Dinkes Provinsi Banten dengan menggunakan APBN. Sebetulnya, Pemkot Cilegon sudah menyediakan anggaranya. Tapi saya belum tahu pasti berapa total anggaranya. Kemungkinan, ketika nanti rapid test massal di Bonakarta banyak peminatnya, bisa digunakan anggaran recofusing tersebut,” ujarnya.

Zainal Mutakin

Categories
CilegonKesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: