Mobil Dinas Sekda Cilegon Nunggak Pajak

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Sejumlah mobil dinas (Mobdin) milik Pemkot Cilegon menunggak pembayaran pajak, termasuk mobdin Sekda Cilegon.

Mobil plat merah dengan nomor polisi (nopol) A 99 RZ yang merupakan mobil dinas Sekda Cilegon, Sari Suryati itu diketahui menunggak pajak kurang lebih selama tiga bulan.

Hal itu terungkap saat petugas Samsat Keliling UPT Cilegon Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten melakukan penyisiran sejumlah kendaraan baik plat hitam maupun plat merah, khususnya yang terparkir di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Kamis (26/12/2019).

Bagi kendaraan roda empat yang kedapatan menunggak pembayaran pajak, ditempelkan selembar brosur informasi pemberitahuan yang diselipkan antara wiper dan kaca depan.

Brosur Pemberitahuan Pajak Yang Ditempel Oleh Petugas Samsat/Beritakarya.co.id

Kasi Pendataan dan Penetapan Samsat Cilegon, Muntasiroh mengungkapkan, penyisiran kepada kendaraan roda empat dan roda dua di halaman Pemkot Cilegon tersebut baru dilaksanakan tahun ini.

“Ini ada kegiatan pendataan untuk kendaraan bermotor yang belum membayar pajak, kita sisir satu-satu nopol kendaraannya. Bagi yang menunggak kami berikan brosur informasi pemberitahuan,” ujarnya di sela penyisiran kendaraan.

Muntasiroh juga mengatakan, untuk kendaraan plat merah, didata samsat memang ada kendaraan dinas yang menunggak, dan pihaknya juga berkoordinasi dengan BPKAD terkait status kendaraan dinas tersebut, apakah rusak atau hilang.

“Status kendaraan dinas harus diinformasikan apakah rusak atau hilang, agar tidak menjadi tunggakan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Aset BPKAD Kota Cilegon, Raden Firman mengatakan, tunggakan pajak tersebut bukan tanggung jawab Bidang Aset BPKAD, melainkan OPD masing-masing yang menggunakan kendaraan dinas tersebut.

“Terkait pembayaran pajak kendaraan dinas, adanya di kegiatan pemeliharaan dan perawatan kendaraan dinas di setiap OPD, bukan di BPKAD,” katanya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Umum Setda Pemkot Cilegon, Agus Zulkarnain mengungkapkan keterlambatan Setda Pemkot Cilegon membayar pajak lantaran terbentur anggaran.

“Anggarannya tidak memadai. Apalagi, pembayaran pajaknya terlalu tinggi nominalnya. Insya Allah di 2020 sudah bisa kita bayarkan. Adapun untuk kendaraan Bu Sekda (Sari Suryati) saat mau dibayarkan pajaknya, posisi kendaraan Bu Sekda sedang melakukan pejalanan dinas di luar. Sedangkan untuk bayar pajak harus ada STNK dan mobilnya,” tutur Agus Zul.

Selain mobdin Sekda, lanjut Agus Zul, kendaraan dinas lain yang menunggak pajak ada 40 unit roda empat dan 70 unit roda dua.

“Untuk mobil dinas Bu Sekda sudah kita bayar hari ini juga. Sementara kendaran lainya, kita upayakan di awal 2020 ini,” pungkasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: