• Kamis, 21 Oktober 2021

Hadapi Gugatan Pemilik Ruko Plaza Mandiri, Pemkot Minta Bantuan Kejari Cilegon

- Senin, 16 Agustus 2021 | 18:00 WIB
20210816_171931_copy_800x450
20210816_171931_copy_800x450


Gugatan diketahui dilayangkan oleh 12 pemilik ruko lantaran status bangunannya tumpang tindih. Dimana diketahui, Gedung eks Matahari Lama itu berstatus Hak Pengelolaan (HPL) Pemkot Cilegon.





Sedangkan para pemilik ruko telah menerima sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) usai membeli dari PT Genta Kumala yang merupakan pengembang, HGB sendiri berlaku 20 tahun, dan status HGB itu berakhir pada 2012 lalu.





Sebanyak 12 pemilik ruko menggugat PT Genta Kumala, dan Pemkot Cilegon cq Walikota Cilegon ada dalam status turut tergugat, di mana gugatan tersebut diketahui dilayangkan pada 21 Juli 2021 dengan nomor perkara 89/Pdt.G/2021/PN Srg.





Dalam petitumnya, para pemilik ruko meminta majelis hakim memutuskan tanah dan ruko yang dibeli sah milik mereka.





"Menyatakan bahwa masing–masing Penggugat adalah pemilik hak yang sah atas tanah berikut bangunan Ruko (Rumah Toko) yang seluruhnya terletak dan setempat dikenal dalam Kawasan Cilegon Plaza Mandiri (CPM) Jalan SA  Tirtayasa, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Provinsi Banten yang membeli selaku Pembeli dari Tergugat I melalui Tergugat II atau yang membeli dari pemilik awal yang membelinya dari Tergugat I melalui Tergugat II," seperti dikutip dari laman resmi SIPP Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (16/8/2021).

Halaman:

Editor: Berita Karya

Terkini

X