Pohon di Pulau Merak Kecil Ditebang, Aktornya Diduga Oknum Pejabat

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Polres Cilegon tengah melakukan penyelidikan terhadap penebangan pohon yang berada di kawasan Pulau Merak Kecil di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak....

Pulau Merak Kecil sendiri diketahui merupakan salah satu kawasan hutan lindung. Saat ini kawasan tersebut dirawat oleh Komunitas Anak Pulau (KAP) untuk dijadikan objek wisata.

Kanit III Reskrim Polres Cilegon, IPTU Chairul Anam mengatakan, pihaknya mengetahui adanya aktivitas penebangan pohon dari salah seorang masyarakat yang berjualan di tempat tersebut.

Status Pulau Merak Kecil yang merupakan hutan lindung, kata dia, menjadi dasar pihak kepolisian melakukan pemeriksaan di TKP.

“Itulah salah satu dasar, sehingga kita langsung cek TKP. Karena bagaimanapun juga harus ada mekanisme dan aturan terkait masalah penebangannya,” kata IPTU Anam ditemui di Mapolres Cilegon, Jumat (26/6/2020).

Karena itu terkait hutan lindung, lanjutnya, tanaman yang ada di sana dilindungi, harus seizin pihak-pihak terkait.

Polisi mendapati sejumlah bekas tebangan pohon dan sisa pembakaran pohon yang ditebang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab di Pulau Merak Kecil.

“Dari hasil olah TKP itu, kita mendapatkan beberapa keterangan saksi, untuk saat ini baru 1 saksi yang kita mintai keterangan,” ujarnya.

Saksi sempat melarang pelaku, namun karena ada perintah dari oknum pejabat setempat, penebangan tetap dilanjutkan.

“Tujuan penebangan itu adalah tidak lain, informasinya katanya untuk membuka rumah makan,” ungkapnya.

Masih kata IPTU Anam, Polisi akan kembali melakukan pemeriksaan beberapa saksi dalam pengembangan kasus penebangan pohon di hutan lindung tersebut.

“Informasi yang kita dapat, itu dikelola oleh Dinas Pariwisata. Makanya nanti kita setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang lain, kita koreksi dengan stakeholder setempat,” ujarnya.

“Ada (oknum) yang menyuruh untuk melakukan penebangan disitu, setelah ramai kemudian sekarang ditanami tanaman jenis yang kecil,” katanya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku akan dijerat dengan Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Berdasarkan informasi, pohon yang berada di Kawasan Pulau Merak Kecil ditebang oleh dua orang pelaku pada Kamis 18 Juni 2020 lalu.

Zainal Mutakin

Categories
Hukum & Kriminal

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: