Polisi Amankan 600 Ribu Masker di Tangerang

Menurut warga Cilegon itu, dugaan rencana penimbunan masker itu ia ketahui dari rekannya yang menyebut bahwa warga Pulau Sumatera berburu masker hingga ke Pandeglang dan Lebak, Banten. “Saya dapat...
Buruh Mengenakan Masker
ILUSTRASI: Buruh di shuttle car Pelabuhan Ciwandan, Banten mengenakan masker saat beraktivitas/beritakarya.co.id

Menurut warga Cilegon itu, dugaan rencana penimbunan masker itu ia ketahui dari rekannya yang menyebut bahwa warga Pulau Sumatera berburu masker hingga ke Pandeglang dan Lebak, Banten.

“Saya dapat info, ada orang membeli masker bertruk-truk untuk dibawa ke Sumatera,” kata sumber Beritakarya.co.id.

Awalnya, saya menanggapi biasa informasi tersebut. Selain belum ada bukti riil, juga karena disampaikan jauh sebelum warga Indonesia ada yang terkena Virus Corona.

Tapi, saya sempat menulis di wall Facebook saya. Di wall saya bertanya, apakah ada yang mendengar informasi terkait penimbunan masker seperti yang saya dengar? Waktu teru berlalu, tiba-tiba ramai diberitakan bahwa terjadi penimbunan masker oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Diberitakan detik.com, Tim Polda Metro Jaya mengamankan 600 ribu masker ilegal dari gudang penimbunan di Neglasari, Kabupaten Tangerang. Ratusan ribu masker itu disebut tidak memiliki surat izin edar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi menyita total 240 kardus yang berisi 40 kotak masker. Menurutnya, pemilik masker ilegal itu adalah H dan W.

“Dia adalah pemilik dari barang ini. Setelah dilakukan penyelidikan, barang ini tidak ada izin edar,” kata Yusri di gudang penyimpanan, Jalan Raya Kampung Melayu, Neglasari, Kabupaten Tangerang, seperti dilansir detik.com, Rabu (4/3/2020).

Yusri menyatakan masker ilegal tersebut terdiri atas beberapa merek. Salah satunya masker yang berasal dari Jawa Barat.

Penimbun masker juga ditangkap di Kota Semarang, Jawa Tengah. Sedikitnya tiga orang yang diduga menimbun masker itu diamankan polisi. Mereka menjual dua produk itu dengan harga cukup tinggi.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar F Sutisna mengatakan tiga orang tersebut adalah AK (45) warga Kanalsari Barat, Semarang Timur dan M (24) warga Kapas timur VIII, Genuk Semarang selaku penjual masker. Kemudian wanita berinisial M warga Semarang sebagai penjual antiseptik.

“Kami melakukan pemeriksaan terhadap tiga terduga pelaku penjualan barang yang langka di pasaran. Ada masker dan antiseptik,” kata Iskandar di Mapolda Jateng, Semarang seperti dilansir detk.com.

Ia menjelaskan para terperiksa itu berkomplot dalam menimbun barang sejak Februari 2020. Mereka mendapatkan barang juga dari jaringan online.

“Mereka saling kenal dan saling support barang. Mereka kerja sama karena keuntungannya besar,” tegas Iskandar.

Iskandar menjelaskan, para pelaku menjual masker seharga Rp275 ribu per pak. Setiap pak berisi 50 lembar. Padahal harga normalnya yakni Rp30 ribu-Rp40 ribu. Dari 40 kardus besar masker kini hanya tersisa 10 kardus.

Sedangkan untuk masker antiseptik, pelaku menjual Rp165 ribu untuk ukuran 500 ml. Barang bukti yang diamankan 12 kardus antiseptik 500 ml dan 1 kardus antiseptik 60 ml.

Di lokasi yang sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Budi Haryanto menambahkan para pelaku ini menawarkan dagangannya lewat media sosial.

“Memuat produknya lewat Facebook, tentunya dicantumkan nomor telepon. Dari situ masyarakat yang panik berusaha cari barang yang memang jarang ada di pasaran itu,” ujarnya.

Para terduga pelaku itu terancam dijerat Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau denda Rp50 miliar.

Uploader: Iffan Gondrong

Sumber: detik.com

Categories
Kesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: