Sokhidin: Santri Salaf Perlu Dibekali Keahlian

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Keberadaan pesantren salafiyah di Kota Cilegon dinilai penting, salah satunya untuk menangkal pengaruh negatif era globalisasi. ...

Namun di sisi lain, pesantren tradisional ini perlu dilengkapi dengan program pendidikan pelatihan untuk para santri, sehingga lulusan pesantren salaf mampu bersaing dalam mendapatkan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin saat berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) As-Syarif, Lingkungan Kedawung, Kelurahan Tegal Bunder, Kecamatan Purwakarta, Senin (20/7/2020) malam.

Sokhidin mengatakan, Pesantren Salaf memiliki kelebihan lain dibanding pesantren modern.

“Pesantren salafiyah sangat dikenal dengan kualitas ajaran agamanya. Kedekatan emosional antara kyai dengan santri sangat tinggi, karena kyai turun langsung untuk mendidik santri,” katanya.

Cilegon sebagai kota santri, kata Sokhidin harus mampu mempertahankan keberadaan pesantren salaf, untuk membentengi generasi muda di Kota Cilegon dari pengaruh negatif budaya luar.

“Patut diakui, Cilegon ini kota industri. Banyak pekerja dari luar negeri membawa kebudayaan yang jauh berbeda dengan budaya lokal. Itulah kenapa anak-anak muda perlu dikirim ke pesantren, agar mereka tidak mudah terjerumus pengaruh budaya luar,” ujarnya.

Namun demikian, ungkap Sokhidin, santri juga perlu dibekali pendidikan selain agama. Mereka perlu memiliki keahlian untuk bisa bersaing di kota industri.

“Jangan sampai para santri setelah lulus, tidak mampu mendapatkan pekerjaan di daerah sendiri. Maka itu, mereka perlu mendapatkan skill yang dibutuhkan industri di Kota Cilegon,” ungkapnya.

Sokhidin yang juga merupakan bakal calon wakil walikota mendampingi Ratu Ati Marliati pada Pilkada Cilegon 2020 ini mengatakan, Pemkot Cilegon perlu mengarahkan para santri tradisional untuk bisa mengantongi ijazah.

Dimana melalui Dinas Pendidikan atau Departemen Agama, para santri dari pesantren salafi dapat diikutsertakan program kejar paket.

“Entah itu kejar paket A, B, atau C, para santri harus diikutsertakan. Ini merupakan salah satu mimpi saya, untuk bisa membuat para santri salafiyah memiliki peluang mendapat pekerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, Syaeful Bahri, pemilik Ponpes As-Syarif mengatakan, selain pembelajaran tentang keagamaan, santri di ponpesnya telah dibekali pelatihan keterampilan bidang peternakan dan pertanian.

“Para santri kami latih beternak sapi. Disini kami memiliki sejumlah sapi, itu semua dipelihara para santri,” katanya.

Senada dengan keinginan politisi Partai Gerindra, Sokhidin agar lulusan santri salaf memiliki ijazah, Syaeful mendukung dan sepakat dengan hal tersebut.

“Saya sepakat dengan impian Pak Sokhidin. Semoga beliau bisa mewujudkan harapannya itu, demi kepentingan para santri di Cilegon,” ujarnya.

Zainal Mutakin

Categories
Cilegon

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: