Tegas! Tak Ada Kasus Corona di Cilegon

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Berita tentang ratusan warga negara asing (WNA) asal China yang diduga terpapar Virus Corona membuat geram Pemkot Cilegon utamanya Kepala Dinas Kesehatan....

Pemkot Cilegon pun menggelar konferensi pres menyikapi pemberitaan berbau hoax tersebut. Dengan tegas Pemkot Cilegon menyatakan bahwa berita itu tidak benar.

Dalam konferensi pers yang dihadiri Walikota Cilegon, Edi Ariadi dan Wakil Walikota Cilegon, Ratu Ati Marliati, bersama jajaran Forkopimda dan dinas terkait, Pemkot Cilegon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengatakan, pemberitaan terkait dengan dugaan adanya TKA asal China yang terpapar Virus Corona bukan hanya meresahkan masyarakat tapi juga pemerintah.

Kepala Dinkes Cilegon, dr Arriadna menegaskan, jika ada satu kasus Virus Corona maka satu daerah tersebut akan diisolasi, sehingga tidak ada masyarakat yang dapat keluar dan masuk ke daerah tersebut. Maka kegelisahan warga dan pemerintah sangat berdasar.

“Yang jelas berita itu bukan berita yang benar,” kata dr Arriadna dalam konferensi pers di ruang rapat Walikota Cilegon, Kamis (6/2/2020).

Ia mengungkapkan, TKA asal China yang tinggal di Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI), Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, merupakan karyawan PT Wilmar yang berlokasi di Kabupaten Serang.

Sejak kedatangannya pada November 2019 lalu, TKA asal Tiongkok yang tinggal di Perumahan TCI tersebut tidak pernah pergi keluar Indonesia.

“Ada 28 orang dari China, 24 orang itu dari laporan dokter perusahaan yang saya dapat, mereka semua stay di Cilegon dan tidak pernah kemana-kemana sejak mereka datang. Kedatangan terakhir hanya satu orang tanggal 6 Desember. Kalau kita berhitung dari Desember sampai sekarang, tentu sudah melewati masa isolasi, kenyataannya sampai hari senin kemarin dan hari ini saya dapat laporan kondisi TKA semuanya sehat,” terangnya.

Dari 28 TKA Cina yang bekerja di PT Wilmar yang tinggal di Perumahan TCI tersebut, kata dr Arriadna, 4 orang TKA pulang ke Cina saat perayaan Imlek dan hingga saat ini tidak kembali ke Indonesia.

Selain itu, ada kebijakan Pemerintah Indonesia per tanggal 5 Februari 2020, telah melarang kedatangan dan keberangkatan menuju Tiongkok.

“Empat orang itu (TKA Cina yang bekerja di PT Wilmar) sampai saat ini belum kembali. Dan tadi ada juga dari perusahaan lain yang menginformasikan kepada kami, ada 12 orang yang cancel datang, seharusnya mereka datang tanggal 12 (Februari 2020), jadi semoga bisa membuat masyarakat tidak resah atas TKA China yang kebetulan tinggal di Cilegon,” katanya.

Selain itu, dr Arriadna mengatakan pada 5 Februari 2020, Pemkot Cilegon telah melakukan rapat kordinasi lintas sektor dengan seluruh stakeholder terkait guna membahas kesiapsiagaan dalam menghadapi kasus virus yang juga disebut Novel Corona Virus (n-CoV).

“Ini perlu kami lakukan, karena ini bagian dari mitigasi bencana, karena bencana ini bagian dari bencana non alam, hal yang harus tetap menjadi kesiagaan kita di Kota Cilegon, apalagi kita Kota Cilegon memiliki banyak industri,” ujarnya.

Walikota Cilegon, Edi Ariadi juga menyatakan dengan tegas tidak ada TKA asal China tinggal di Kota Cilegon yang diduga terdampak Virus Corona.

“Jadi perlu digarisbawahi mereka stay (menetap) sejak November (2019), ada satu terakhir yang Desember, bukan 200 yah seperti yang diberitakan, jadi cuma 24 yang tinggal di Taman Cilegon,” katanya.

Edi menambahkan, jika ada tanda-tanda TKA terindikasi atau gejala Virus Corona, maka Pemkot Cilegon akan bersikap tegas sesuai dengan protokol dan ketetapan yang dikeluarkan WHO dan Kementerian Kesehatan Indonesia.

Zainal Mutakin

Categories
Kesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: