UMSK 2020 Cilegon Belum Capai Kata Sepakat

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Penetapan nilai Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Cilegon untuk tahun 2020, masih belum menemui kesepakatan antara buruh dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Sementara, hasil rekomendasi UMSK 2020 Kota Cilegon sudah harus diserahkan ke Gubernur Banten Wahidin Halim pada Jumat (6/12/2019) besok.

Menyikapi hal tersebut, ratusan buruh yang tergabung dalam berbagai serikat dan federasi buruh se-Kota Cilegon kembali melakukan aksi demo di depan Kantor Walikota Cilegon, Kamis (5/12/2019).

Ketua DPW FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) Provinsi Banten, Tukimin mengatakan, Kota Cilegon yang dikatakan sebagai kota industri justru tidak memanusiakan buruh. Tak hanya itu, Cilegon pun dianggap mengalami kemunduran dalam menentukan UMSK.

“Cilegon mengalami kemunduran. Karena tidak bisa mempertahankan UMSK dari 2019 lalu. Perusahaan ngasih nilai UMSK hampir Rp 400 ribu, sementara di 2020 ini mereka (perusahaan) hanya mampu memberikan Rp 100 ribu dan Rp 150 ribu. Berarti kan perusahan ini menghina pada buruh. Buat apa ada walikota jika tidak memperhatikan nasib buruh di Cilegon,” kata Tukimin kepada awak media saat ditemui di Kantor Walikota Cilegon.

Menurut Tukimin, industri di Cilegon sama sekali tidak berpihak kepada nasib buruh. Bahkan, mereka tidak menghargai, menghormati, serta seenaknya menentukan besaran upah untuk buruh.

“Mereka (perusahaan) berbicara suka-suka dia. Tidak ada rasa menghargai, menghormati kami. Taro lah seperti di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang yang masih bertahan di UMSK 2019,” ujar Tukimin.

Dengan nada kecewa, Tukimen mengatakan, jika pada malam ini hasil tuntutan buruh Cilegon tidak diakomodir oleh dewan pengupahan (Depeko) maupun Asosiasi Pengusaha, pihaknya berencana akan membuat aksi yang cukup tinggi lagi.

“Oh tentu akan ada aksi lebih besar lagi. Bila perlu daerah Damkar kita kuasai,” tegasnya.

Sementara, Ketua Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan (FSP-KEP) Kota Cilegon, Rudi Sahrudin mengaku, rapat dengan Depeko dan Apindo di ruang Rapat Walikota sampai dengan saat ini masih belum menemui kesepakatan.

“Sama kaya kemarin di Disnaker, hasil rapat hari ini deadlock. Saya pun menyayangkan kenapa mereka dalam menghitung UMSK dari nol lagi. Kenapa tidak menggunakan hasil rekomendasi kami? Apa dasarnya perhitungan mereka itu daro nol?,” jelasnya.

Rudi menegaskan, jika dalam rapat dengan Depeko, perusahan maupun buruh tidak memenuhi hasil kesepakatan, ia mengancam akan menggeluarkan intruksi untuk menggelar modar (mogok daerah) serentak.

“Kita tunggu aja malam ini. Jika tidak ada kesepakatan bersama, pada malam ini juga mogok daerah kita lakukan. Ini jalan satu-satunya tuntutan kami bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Sampai dengan pukul 21.30 WIB, perwakilan buruh, Depeko, Apindo, dan Disnaker Cilegon masih melaksanakan rapat secara tertutup di ruang rapat walikota.

Rizki Ramadhianto

Categories
CilegonIndustri

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: