Waspada Virus Corona, KKP Banten Intensif Periksa Kapal Asing

BERITAKARYA.CO.ID, CILEGON - Ancaman wabah Virus Corona misterius di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (Cina), yang dilabelkan 2019-nCoV, ramai menjadi perbincangan dan menimbulkan kecemasan global....
WNA asal China saat menjalani proses pemeriksaan oleh pihak terkait/beritakarya.co.id

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah Virus Corona masuk ke Indonesia, pemerintah mengintensifkan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap warga negara asing (WNA) yang datang, salah satunya kedatangan WNA melalui jalur pelabuhan.

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) kelas II Banten secara intensif melakukan pengawasan terhadap pergerakan kapal-kapal asing yang bersandar di Pelabuhan Merak dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak buah kapal (ABK).

Kepala Seksi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi KKP kelas II Banten, dr. Theresia Hermin Susi Wulandari mengatakan, pihaknya melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan terhadap ABK kapal asing yang akan bersandar di pelabuhan, hal tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi KKP berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 6 tahun 2008 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Disitu (UU No. 6 tahun 2008) disebutkan semua kapal dari luar negeri harus diawasi dan diperiksa, setelah mereka yakin tidak ada yang demam, yang sakit, baru kita boleh menurunkan bendera karantina,” kata dr Theresia, Selasa (28/1/2020).

Menurut dr Theresia, KKP selalu melakukan tupoksinya dalam mengawasi dan memeriksa setiap pergerakan kapal asing yang akan bersandar ke dermaga dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ABK untuk mengantisipasi masuknya virus baru.

Saat ini, kata dr Theresa, selain mewaspadai masuknya Virus Corona, ada beberapa penyakit yang tengah diawasi masuk ke Indonesia, yakni Virus Yellow Fever (demam kuning) dari Brasil dan Afrika, PES atau sampar (plague) yang merupakam penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis, kemudian Polio dari Filipina, dan MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) dari daerah Timur Tengah.

“Jadi menambah satu penyakit lagi yaitu Virus Corona. Ini sebenarnya tidak menambah kewaspadaan kita, karena memang kewaspadaan itu sudah dari awal, memang sudah sesuai tupoksi kami,” ujarnya.

Bekerjasama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten dan Kantor Imigrasi, KKP kelas II Banten melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara intensif terhadap seluruh kru kapal.

“Khusus untuk Cina (WNA asal Tiongkok-red) pemeriksaan fisiknya, dokternya naik ke atas (kapal), itu bener-bener diperiksa untuk ABKnya. Kalau sudah secara fisik dokternya memeriksa, kita memeriksa konjungtivanya juga, (kalau) agak merah seperti itu, baru kita nanti observasi, setelah yakin clear (dinyatakan bersih dari virus-red), baru mereka boleh merapat ke dermaga,” ujar dr Theresia.

dr Theresia mengatakan, pada 2019 lalu ada sebanyak 46 kapal asal Cina yang bersandar di Pelabuhan Merak, pada Januari 2020 ini, sudah ada 3 kapal asal Cina, Hongkong, dan Taiwan yang sudah bersandar di demaga Pelabuhan Merak.

Selain melakukan pengawasan dan pemeriksaan yang intensif terhadap kapal asal Cina, KKP juga secara intensif melakukan pengawasan terhadap kapal asal Singapura dan Malaysia yang banyak bersandar.

“Kita lagi melihat perkembangan (Virus) Corona, virusnya yang untuk menyebarnya keseluruh dunia, takutnya kalau mereka sudah ada warganegara misalnya Singapura yang sudah suspek itu yang harus diwaspadai lagi. Jadi semua kapal diperiksa,” ungkapnya.

Kewaspadaan terhadap masuknya Virus Corona, kata dr Theresia, menjadi kewaspadaan secara nasional, oleh karenanya pihak KKP dengan seluruh instansi terkait, melakukan observasi secara berlapis dengan memeriksa dokumen perjalanan atau riwayat sandar kapal dan ABK.

“Mereka itu kan kadang-kadang menunggu di dermaga bisa hitungan 2 atau 3 hari, jadi itu juga bisa kita berkali-kali waspadai. Kita sepakat dengan KSOP itu minimal 3 last port yang akan kita tanyakan dokumen kapalnya, sebelum ini dia sandar dimana saja, karena kita juga mewaspadai yang dari Filipina, karena disana (ada virus) polio,” tandasnya.

Zainal Mutakin

Categories
Kesehatan

Trusted News Site
No Comment

Leave a Reply

RELATED BY

%d blogger menyukai ini: